Difusi Osmosis

Posted On 1 Desember 2008

Filed under exact

Comments Dropped leave a response

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Mempelajari dunia kehidupan tidak terlepas dari pengetahuan tentang hirarki biologi. Dalam pengetahuan biologi, sel merupakan unit terkecil yang dapat melakukan aktivitas kehidupan. Selain itu, dalam organisme terdapat alat transpor yang mampu mengatur organisme lainnya. Sehingga membran sel tersusun atas senyawa fosfolipid bilayer. Oleh karena itu, sel mampu melakukan transpor zat. Hal ini sangat dibutuhkan oleh tumbuhan agar mereka dapat mendistribusikan energi yang mereka dapatkan dari alam.

Transpor zat melalui membran dibedakan atas 2 (dua), yaitu transpor zat yang memerlukan energi (transpor aktif) dan transpor yang tidak memerlukan energi (transpor pasif). Transpor aktif meliputi proses pompa ATP, eksositosis, dan endositosis. Adapun transpor pasif meliputi proses difusi, osmosis, dan difusi terbantu.

· TRANSPOR AKTIF

Transor aktif dilakukan apabila zat yang akan dilewatkan membran melawan gradien konsentrasi sehingga tidak dapat mengendalikan transpor aktif.

· DIFUSI

Difusi merupakan pergerakan atau perpindahan partikel atau molekul suatu zat (padat,cair, atau gas) dari tempat yang berkonsentrasi tinggi ke tempat yang berkonsentrasi rendah, baik melewati membran ataupun tidak.

Contohnya : perpindahan oksigen (O2) dari paru-paru ke dalam darah.

· OSMOSIS

Osmosis merupakan proses perpindahan molekul-molekul zat pelarut (air) dari tempat yang berkonsentrasi rendah menuju ke tempat yang berkonsentrasi tinggi dengan melewati membran semipermeabel.

Contohnya : Masuknya air ke dalam sel-sel akar.

· DIFUSI TERBANTU

Difusi terbantu adalah difusi yang memerlukan bantuan protein.

Contohnya : perpindahan bakteri Escherichia Coli ke medium yang mengandung laktosa.

1.2 RUMUSAN MASALAH

1. Jelaskan 2 cara transportasi zat melalui membran sel!

2. Apakah perbedaan difusi dan osmosis?

3. Jelaskan cara molekul berukuran kecil melewati membran sel!

1.3 TUJUAN

Pengamatan ini dilakukan agar siswa dapat mengetahui perbedaan proses transportasi zat secara difusi dan osmosis.

1.4 MANFAAT

· Bagi siswa : Siswa mampu melakukan penelitian dengan petunjuk dari bahasan materi, melakukan eksperimen, dan menyelesaikan tugas iliah dengan sendiri ataupun kelompok serta mendapatkan pengetahuan tambahan tentang pokok bahasan yang diberikan oleh guru.

· Bagi guru : Guru mampu menilai kemampuan siswa dalam melakukan eksperimen dan menyelesaikan tugas ilmiah yang diberikan kepada siswa serta guru mampu menilai sejauh mana wawasan siswa tentang pokok bahasan yang menjadi tugas.

· Bagi masyarakat : Masyarakat akan mendapatkan pengetahuan umum tentang pokok bahasan yang dibahas sehingga wawasan masyarakat tentang pokok bahasan yang dibahas akan bertambah.

1.5 WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

1 Tempat : Laboratorium Biologi SMAN 3 Makassar

2 Waktu : Rabu, 10 September 2008

BAB II

LANDASAN TEORI

Pada membran sel terikat protein yang menembus maupun yang berada di luar permukaan. Pernyataan ini berdasarkan atas penemuan S.J Jinger dan G. Nicholson pada tahun 1972 tentang teori membran yang dikenal sebagai model mozaik fluid. Dengan melihat struktur seperti yang disebutkan di atas, membran bukan hanya sebagai pembatas suatu sel, tetapi lebih kompleks lagi karena membran memiliki kegunaan lain seperti berperan dalam lalu lintas keluar masuknya sel.

Transportasi molekul yang menuruni gradien konsentrasi disebut dengan transportasi pasif, sedangkan transportasi molekul yang melawan gradien konsentrasi disebut transportasi aktif. Molekul-molekul yang berukuran besar dalam proses transportasinya melibatkan pelekukan membran sel sehingga membentuk suatu vesikula. Transportasi aktif meliputi proses pompa ATP, eksositosis, dan endositosis. Adapun transpor pasif meliputi proses difusi, osmosis, dan difusi terbantu.

Transpor pada membran tergantung pada ukuran molekul dan konsep zat yang melewati membran sel tersebut molekul-molekul yang berukuran kecil dapat melalui membran sel dengan dua cara, yaitu:

· Dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah, atau bisa juga

· Menuruni gradien konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.

BAB III

HASIL EKSPERIMEN

3.1 ALAT DAN BAHAN

Ü Percobaan pertama

A. Alat

- Pisau (1 buah)

- Tissue (2 lembar)

- Gelas ukur 50 ml (3 buah)

- Stopwatch (1 buah)

B. Bahan

- Kentang (1 buah dipotong dadu)

- Aquades (20 ml)

- Larutan glukosa 30% (20 ml)

- Larutan glukosa 5% (20 ml)

Ü Percobaan kedua

A. Alat

- Plastik tebal (1 buah)

- Pipet tetes (1 buah)

- Labu erlenmeyer 250 ml (2 buah)

- Stopwatch (1 buah)

B. Bahan

- Tinta hitam (secukupnya)

3.2 CARA KERJA

Ü Percobaan pertama

- Bersihkan kentang dari kulitnya.

- Potong kentang dengan ukuran 1×1 cm sebanyak 3 potong.

- Keringkan kentang dengan tissue lalu ditimbang.

- Ambillah larutan yang sudah disediakan di masing-masing gelas ukur sebanyak 20 ml dan beri tanda untuk setiap larutan.

- Masukkan potongan kentang ke masing-masing gelas ukur yang telah diberi tanda secara bersamaan, untuk gelas ukur A (larutan glukosa 30%), gelas ukur B (larutan glukosa 5%), dan larutan C (aquades).

- Rendamlah potongan kentang tersebut selama 20 menit.

- Setelah 20 menit angkatlah kemudian simpan di atas tissue. Dan periksa keadaan kentang tersebut, kemudian timbang ulang kentang tersebut dan catat hasilnya.

Ü Percobaan kedua

- Siapkan 2 buah labu erlenmeyer.

- Isi labu erlenmeyer dengan air bersih sampai penuh.

- Teteskan kira-kira sebanyak 5 tetes tinta ke dalam salah satu labu erlenmeyer (pertama).

- Perhatikan peristiwa tercampurnya air dan tinta. Kemudian catat waktunya sampai air dan tinta tercampur secara homogen.

- Setelah itu, labu erlenmeyer yang berisi tinta itu ditutup dengan plastik tebal dan diletakkan mulutnya ke atas labu erlenmeyer yang satunya (kedua).

- Perhatikan peristiwa yang terjadi. Catatlah waktunya.

3.3 HASIL PENGAMATAN

Ü Percobaan pertama

NO

JENIS LARUTAN

BERAT KUBUS UMBI KENTANG

KETERANGAN

SEBELUM PERCOBAAN

SESUDAH PERCOBAAN

A

LARUTAN GULA 30%

1 gr

0,2 gr

Agak lembek

B

LARUTAN GULA 5%

1 gr

0,4 gr

Agak keras

C

AQUADES

1 gr

1 gr

Keras

Ü Percobaan kedua

a. Proses percampuran air dan tinta pada labu erlenmeyer pertama sampai homogen membutuhkan waktu selama 2:23,19 menit.

b. Proses percampuran antara isi dari labu erlenmeyer yang pertama dengan labu erlenmeyer kedua yang hanya berisi air membutuhkan waktu 9:32,77 menit.

c. Pada proses ini terjadi perpindahan zat dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah (difusi). Karena tinta yang berkonsentrasi tinggi menyebar ke air yang berkonsentrasi lebih rendah.

3.4 PERTANYAAN DAN JAWABAN

Ü Percobaan pertama

1. Apakah terjadi perubahan berat pada umbi kentang?Mengapa demikian?

Jawaban: Ya, hal ini disebabkan karena air yang berada pada kentang bergerak keluar ke gelas ukur sehingga kadar air pada kentang berkurang dan menyebabkan berat pada umbi kentang berkurang. Namun, perubahan berat tidak terjadi pada kentang yang direndam dalam aquades karena antara aquades dan kentang memiliki konsentrasi yang sama (isotonis).

2. Sifat apakah yang terdapat pada kentang dan larutan gula?

Jawaban: Pada percobaan kentang dan larutan gula dapat diketahui bahwa kentang bersifat hipotonik dan gula bersifat hipertonik karena air pada kentang bersifat encer sedangkan larutan gula bersifat pekat.

Ü Percobaan kedua

1. Proses apakah yang dialami larutan tinta?

Jawaban: Larutan tinta mengalami proses difusi dengan air pada labu Erlenmeyer. Hal ini dikarenakan proses perpindahan zat yang terjadi bergerak dari zat berkonsentrasi tinggi ke zat berkonsentrasi rendah.

2. Mengapa pencampuran antara air dan tinta pada larutan yang kedua lebih lama dibandingkan larutan pertama?

Jawaban: Hal ini disebabkan karena wadah tempat penyebaran tinta lebih luas dengan volume labu yang sama yakni dua buah labu Erlenmeyer. Sedangkan Pada larutan pertama tinta hanya menyebar pada wadah yang lebih kecil (hanya satu labu erlenmeyer).

BAB IV

PENUTUP

KESIMPULAN

1. Transportasi zat melalui membran sel dapat dilakukan dengan cara transportasi aktif dan transportasi pasif.

2. Difusi merupakan pergerakan atau perpindahan partikel atau molekul suatu zat (padat,cair, atau gas) dari tempat yang berkonsentrasi tinggi ke tempat yang berkonsentrasi rendah, baik melewati membran ataupun tidak. Sedangkan osmosis merupakan proses perpindahan molekul-molekul zat pelarut (air) dari tempat yang berkonsentrasi rendah menuju ke tempat yang berkonsentrasi tinggi dengan melewati membran semipermeabel.

3. Molekul berukuran kecil dapat melewati membran sel dengan dua cara, yaitu dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah, atau bisa jugaMenuruni gradien konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.

SARAN

Sebaiknya eksperimen seperti ini lebih sering dilakukan agar para siswa lebih mengetahui alat-alat laboratorium dan lebih memahami materi yang dipelajari serta mampu menyelesaikan eksperimen dengan lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

DN, Ummu Ataliana, Dra. 2006. Prestise biologi untuk Siswa SMA & MA Kelas XI. Surakarta: Pustaka Utama.

Pratiwi, D. A., Dra, dkk. 2007. Biologi untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.

Pujiyanto, Sri. 2008. Menjelajah Dunia Biologi 2 Kelas XI. Solo: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.

Santoso, Begot, Drs., M. Si. 2005. Biologi dan Kecakapan Hidup. Jakarta: Ganeca Exact.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.