Pengangkatan Imam/Khalifah Islam itu Nas atau Musyawarah?

Posted On 1 Desember 2008

Filed under Al Shia

Comments Dropped leave a response

Semua ulama sepakat dan sependapat bahwa apabila sesuatu masalah telah ditetapkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya secara jelas, maka memilih yang lain dari itu tidaklah dibolehkan. Dengan kata lain, apabila telah ada nas (nash: bukti nyata atas perintah Allah dan Rasul-Nya), maka orang tidak boleh berusaha mencari hukum yang lain daripada yang telah ditetapkan nas. Apabila telah ada nas tentang sesuatu, maka tidaklah boleh melakukan ijtihad mengenai masalah tersebut. Demikian pula tentang pemilihan. Berikut adalah dalil-dalil yang menerangkan apabila NAS sudah ada maka tidak boleh ada lagi pilihan yang lain dari manusia (baca: tidak ada lagi musyawarah/tidak ada ijtihad). Allah SWT berfirman:

“Tuhanmu telah berfirman dan memilih apa yang Ia kehendaki. Bagi mereka tiada pilihan. Mahasuci Allah dan Maha Tinggi diatas sekutu-sekutu yang mereka persekutukan denganNya.” [Al-Qashash [28]:68]

Ayat ini menunjukkan dengan tegas bahwa manusia tidak boleh memilih selain apa yang telah dipilih oleh Allah SWT. Dalam surah yang lain, Allah SWT berfirman:

“Ingatlah, kepunyaanNya ciptaan dan perintah (menciptakan dan memerintah adalah Hak Allah).” [Al-A’raf [7]: 54]

Dalam surah al-ahzab, Allah Ta’ala berfirman:

“Tiada dibenarkan bagi orang mukminin dan mukminat, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan sesuatu keputusan, bahwa mereka akan ambil pilihan(lain) dalam soal mereka itu. Barangsiapa yang durhaka kepada Allah dan Rasul Nya, pastilah ia tersesat dalam kesesatan yang nyata.” [Al-ahzab [33]: 36]

Allah juga berfirman:

“Mereka berkata: ‘Apakah ada sesuatu kekuasaan bagi kami?’ Katakanlah, ‘Sesungguhnya kekuasaan adalah urusan Allah.” [Ali Imran [3]: 154]

Dalam firman yang lain:

“Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul Nya. Tapi taqwalah kepada Allah. Sungguh Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” [Al-Hujurat [49]: 1]

Ayat berikut adalah bukti yang menjadikan pemimpin umat adalah Allah. Ayat ini ditujukan kepada Nabi Ibrahim as, dalam Al-Quran:

“Akan kujadikan kau Imam/Pemimpin bagi manusia.’ Ibrahim memohon, ‘Dari keturunanku juga, jadikan pemimpin-pemimpin.’ Menjawab (Tuhan) dan berfirman, ‘Janji-Ku tidak berlaku bagi orang yang zalim.” [Al-Baqarah [2]: 124]

Ayat ini dengan tegas menunjukkan bahwa kepemimpinan itu adalah MUTLAK janji Allah, sedang manusia tidak mempunyai hak untuk memilih. Kepemimpinan (imamah) adalah hak mutlak dari Allah Ta’ala.

Berikut adalah ayat yang menerangkan bolehnya berijtihad (musyawarah) apabila tidak ada ketetapan/kejelasan dari Allah Ta’ala, berfirman dalam surah Asy-Syuura: 38

“Dan urusan mereka dimusyawarahkan antara sesamanya.” [Asy-Syuura [42]: 38]

Ayat ini biasanya dipakai oleh Ahlussunnah bahwa pemilihahan khalifah waktu itu dimusyawarahkan. Padahal jelas ayat ini tidaklah bertentangan dengan ayat yang dikutipkan sebelum-sebelumnya, karena, sebagaimana telah dikatakan, apabila telah jelas NAS dari suatu masalah, maka tidak boleh dimusyawarahkan lagi (baca: tidak ada ijtihad). Perintah Allah serta janji-Nya telah demikian jelasnya, sehingga kaum muslimin tidak boleh lagi memusyawarahkannya. Aneh, berkaitan dengan pengangkatan Imam Ali, Ahlussunnah tidak menyadarinya padahal sudah jelas penunjukan kepemimpinan setelah Rasul Saw sudah disampaikan oleh Allah melalui Jibril a.s dan diucapkan oleh Rasul saw sendiri, hal itu tertulis jelas dikitab-kitab besar mereka. Berarti musyawarah sudah tidak ada lagi. Tetapi kenapa mereka (3 khalifah) melakukan musyawarah, dan akhirnya Abu Bakar yang naik? Bukankah itu sebuah pembangkangan/pengkhianatan terhadap firman-firman Allah SWT?

Demikian pula pada ayat Al Quran:

“Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam (segala) urusan” [Ali-Imran [3]: 159]

Seperti yang kita telah ketahui ayat ijtihad sebelumnya, para Ulama Mazhab besar (Ahlussunnah maupun Syiah) sependapat bahwa segala sesuatu dapat dimusyawarahkan, KECUALI yang telah ditentukan Allah dan Rasul-Nya. Masalahnya sekarang, adakah pengganti Rasul oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya? Sekiranya tidak ada, maka hal ini adalah masalah yang luar biasa pentingnya ini, yaitu pengangkatan pemimpin umat pengganti Rasul, harus dilakukan dengan musyawarah. (Asumsi tidak ada penunjukkan dari Allah dan Rasul maka musyawarahlah yg harus dilakukan), baru kemudian berlakulah ayat diatas (musyawarah).

Kembali ke riwayat al-Ghadir

(Riwayat tentang NAS pengangkatan pemimpin setelah Nabi saw)

“Wahai Rasul, sampaikanlah apa yang telah diturunkan Tuhanmu kepadamu. Bila engkau tidak melakukannya maka engkau tidak menyampaikan Risalah Tuhanmu. Dan Allah akan menjagamu dari (kejahatan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir. ” [ Q.S 5:67 ]

Ayat diatas asbabun nuzulnya (sebab-sebab turunnya ayat) adalah di Ghadir Khum. Allah Ta’ala memerintahkan Rasulullah saw untuk mengumumkan pengangkatan saudaranya Ammirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as salah seorang dari ahlulbaytnya (keluarganya) yang telah disucikan Allah Ta’ala (Lihat: Q.S:Al-Ahzab:33) sebagai pemimpin ummat sepeninggal beliau. Maka hal itu terjadi disuatu lembah (Ghadir) yang dinamakan dengan Khum. Bukankah sudah jelas? Hal ini adalah MUTLAK sebuah penunjukkan dari Allah swt! Lihatlah riwayat ayat diatas tentang pengangkatan Imam Ali sebagai pemimpin/khalifah/imam penerus Nabi Muhammad saw didalam kitab-kitab besar SAHIH Ahlussunnah wal jama’ah! Kenapa sebagian besar dari mereka telah ingkar?

Setelah melihat ayat diatas, layakkah Abu Bakar, Umar dan Utsman yang telah merampas HAK kepemimpinan Imam Ali kita jadikan pemimpin umat islam? Bukankah kepemimpinan mereka tidak sesuai dengan perintah-perintah Allah? Barangsiapa yang durhaka kepada Allah dan Rasul Nya, pastilah ia tersesat dalam kesesatan yang nyata.” [Al-ahzab [33]: 36]. Bagaimana posisi 3 khalifah itu dengan ayat ini?? Akal sehatlah yng berbicara.

Wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s