Syarat-syarat Nabi & Imam/Khalifah

Posted On 1 Desember 2008

Filed under Al Shia

Comments Dropped leave a response

(Pemimpin Islam (Para Nabi & Rasul) dan Penerus Para Nabi)


SYARAT PERTAMA

  1. Harus perbuatan Allah swt (pilihan Allah swt):

àDan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim“. (QS. Al-Baqarah [2]: 124) ß ini juga dalil pengangkatan Imam

àIngatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.(QS. Al-Baqarah [2]: 30)

Ahlussunnah berpendapat bahwa ayat ini adalah masalah penciptaan manusia di muka bumi. Secara akal sehat pendapat itu jelas salah, karena ayat tentang penciptaan ada pada surat berikut:

àDan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk,..(QS. Al-Hijr [15]: 28)

Jadi, jelas bahwa QS. Al-Baqarah ayat 30 adalah tentang Imam/Pemimpin/Khalifah adalah janji, perbuatan dan hak Allah, tetapi bukan penciptaan manusia pada umumnya.

àKami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada, mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah,..” (QS. Al-Anbiyaa [21]: 73)

àDan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia).” (QS. Al-Qashash [28]: 68) ß Pilihan adalah MUTLAK Hak Allah swt.

Semakin jelas bahwa Imam/Khalifah/Pemimpin Islam yang Hak adalah janji Allah, perbuatan Allah dan Hak-Nya dalam menghendaki dan memilih!

SYARAT KEDUA

  1. Nabi & Imam/Khalifah wajib (harus) ma’shum (suci/terjaga dari dosa karena menyangkut penyampaian risalah untuk kemashlahatan umat manusia)

àDan Kami telah memberikan kepada-nya (Ibrahim) lshak dan Ya’qub, sebagai suatu anugerah (daripada Kami). Dan masing-masingnya Kami jadikan orang-orang yang saleh” (QS. Al-Anbiyaa [21]: 72)

Ayat diatas menerangkan tentang adanya suatu indikasi bahwa orang-orang yang shaleh adalah orang-orang yang suci. Kenapa? Akal sehat akan berbicara bahwa kriteria orang shaleh diatas adalah dari Allah swt dan bukan dari manusia. Sekarang bandingkan dengan kriteria shaleh dari manusia seperti berikut; “Si Fulan orang yang shaleh”, dengan kriteria shaleh dari Allah swt seperti ayat diatas. Shaleh dari pendapat manusia adalah kebanyakan dari sisi luarnya (kasat mata) saja, akan tetapi kalau kriteria shaleh dari Allah, sudah pasti dan jelas, kriteria orang-orang yang shaleh diatas adalah terlihat dari sisi batiniah/ruhaniahnya, berarti indikasi disini adalah, kesucian (baca: manusia yang suci). Karena ucapan Allah untuk kriteria sebuah keshalehan adalah mutlak orang-orang yang jauh dari perbuatan salah dan dosa.

àHai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.” (QS. At-Taubah [9]: 119)

Orang-orang yang benar atas dasar kriteria dari Allah swt, lagi-lagi mengisyaratkan kepada kita sebagai manusia yang berakal, mereka adalah orang-orang yang benar yang jauh dari kesalahan dan dosa. Indikasi disini adalah mereka orang-orang yang benar adalah manusia-manusia yang suci!

à katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).” (QS. Ali Imran [3]: 64)

Ayat tersebut akan menjelaskan lagi tentang kesucian yang harus dimiliki oleh para Nabi & penyambung risalah (Imam/Khalifah). Merekalah orang-orang yang berserah diri kepada Allah! Jelas, Allah telah menisbatkan kepada mereka sebagai orang-orang yang berserah diri! Lagi dan lagi, hal ini telah mengindikasikan secara jelas bagi orang-orang yang berakal bahwa kesucian ada pada diri-diri mereka! Adakah orang-orang yang berserah diri yg dikatakan oleh Allah itu berbuat kesalahan? Berbuat dosa? Tidak sempurna? Akal sehatlah yang berbicara.

à “Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.” (QS. Ali Imran [3]: 67)

Ayat diatas mengisyaratkan bahwa pemimpin/imam/khalifah harus seorang yang LURUS! Silahkan dipikir sendiri! Jelas, akal sehat berbicara hal ini adalah sebuah indikasi kesucian!

à “Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Ya’qub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi. Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat. Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang paling baik”. (QS. Shaad [38]: 45-47) ß Jelas, mereka para pemimpin Islam adalah manusia-manusia suci

Sekarang kita kembali melihat bagaimana Al-Qur’an itu:

à “..dan sesungguhnya Al Quran itu adalah kitab yang mulia (kitab suci).” (QS. Fushshilat [41]: 41)

Al-Qur’an adalah kitab yang suci, kitab yang mulia. Berarti secara akal yang sehat, orang-orang yang berhak dan ahli dalam menafsirkan Al-Quran adalah orang-orang yang suci dan mulia, yang mempunyai kapasitas kualitas kelimuan yang sangat tinggi.

SYARAT KETIGA

  1. Ilmu para Imam/Khalifah harus warisan dari para Nabi

àKemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.” (QS. Faathir [35]: 32)

Jelas! Allah swt telah memilih orang-orang yang diwariskan itu! Lagi-lagi, pilihan itu adalah Hak Allah dan Mutlak pada syarat seorang Khalifah/Imam/Pemimpin Umat Islam yang pertama tadi.

Sekarang kita lihat ISYARAT BESAR bagi orang-orang yang berakal pada ayat berikut:

à Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman.” (QS. Ali Imran [3]: 68)

Siapakah orang paling dekat dengan Ibrahim? Orang yang paling dekat itulah yang mengikutinya!

“ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya? Sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar”. (QS. An-Nisaa [4]: 54)

àSesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing), (sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (turunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. Ali Imran [3]: 33-34)

Keluarga Ibrahim dan keluarga Imran melebihi segala umat dimasanya!

Sekarang, bagaimana dengan keluarga (Ahlulbait) Nabi Besar Muhammad Rasulullah SAW? Beliau saw adalah penutup para Nabi, Nabi dari segala Nabi, beliau saw adalah puncak kefasihan dan keilmuan para Nabi! Bagaimana dengan keluarga beliau saw?

Sucikah mereka?

à “.. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan (mensucikan) kamu sebersih-bersihnya (sesuci-sucinya)”. (QS. Al-Ahzab [33]: 33)

Lihatlah dikitab-kitab besar mereka (Ahlussunnah), siapakah mereka? Siapakah Ahlulbait? Siapakah manusia-manusia suci itu yang layak dijadikan pemimpin bagi umat sepanjang masa? Kenapa kebanyakan mereka ingkar terhadap kebenaran ini? Padahal tertulis jelas didalam kitab-kitab hadist sahih mereka! Mereka adalah Ali bin Abi Thalib, Fathimah az Zahra, Al-Hasan dan Al-Husain! Sekarang, yang manakah golongan Islam yang benar?

Wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s